Kursi oh Kursi

pernahkah kita sekali kali berpikir.

tentang sebuah hal yang mungkin kita anggap sebagai hal yang biasa tapi kalau dilihat lebih dalam ini merupakan ada makna tersembunyi.

Tentang apakah itu? itu tentang kursi.

Jika dipikir pikir betapa mulianya kursi itu karena dia dengan ikhlas diciptakan untuk diduduki oleh manusia atau bahkan kadang hewan pun bisa mendudukinya. Pada sebuah percakapan antara kursi dan meja.

M : “Hey kur, emang kamu ikhlas yah diciptain gitu aja untuk didudukin.”

K : “Ikhlas kok ja karena inilah tugas saya diciptakan dan saya ridho kok didudukin oleh orang karena saya senang orang membutuhkan saya dan saya juga senang bisa berguna bagi orang yang menduduki saya. Karena hidup akan indah bukan karena kita bisa membahagiakan diri kita seorang saja tapi hidup akan indah bila kita juga berguna dan bisa membahagiakan orang lain. Jadi saya ga ngerasa apa apa saya diciptakan hanya untuk diduduki karena kebahagiaan orang yang menduduki saya merupakan kebahagiaan saya tapi hidup tidak akan selamanya seperti yang kita bayangkan terus ja, suatu saat pasti ada sebuah kejadian yang tidak kita harapkan.”

M : “Maksudnya kur?”

K : “Kan tadi saya bilang kebahagiaan orang yang menduduki saya merupakan kebahagiaan saya nah pada suatu saat yang ngedudukin saya lagi marah atau kesel itu akan membuat saya pun menjadi sedih karena saya sebagai kursi tidak dapat menenangkan orang itu.”

M : “Nah kalo gitu apa yang akan kamu lakukan??”

K : “Saya akan berusaha untuk memberikan kenyamanan dalam duduk agar ia bisa tenang, tpi kita ga akan selalu berhasil nah pada saat gagal itulah saya sadar suatu saat kita akan merasa ga berguna tapi itulah yang namanya hidup dan saya yakin masih banyak orang orang yang akan membahagiakan saya.”

M : “Oh gitu yah kur, saya kira kamu marah gara2 diciptain hanya untuk didudukin aja.”

K : “Ah enggaklah ja soalnya setiap sesuatu yang diciptakan pasti bahagia dengan tujuan ia diciptakan, coba kamu pikir bagaimana perasaan kloset ketika tahu bahwa dirinya diciptakan hanya untuk diduduki dan diberi makanan yang bagi kita itu menjijikan.”

M : “Oh iya yah ada yang lebih parah dari kamu kur. Gimana yah perasaannya? Apa dia bahagia juga diciptakan sebagai kloset?”

K : “Mending kamu tanya sendiri deh saya ga berani bilang kalo ga dari sumbernya langsung tpi menurut saya dia bangga kok.”

M : “Penasaran nih saya mau nanya ke kloset yah. Dadaaaaah kursi.”

K : “Oke ja sampaikan makasih buat kloset yah”

M :”Haaa??? Knapa terima kasih??”

K : “Udahlah bilangin makasih aja pasti dia akan ngasih tau jawabannya.”

Oke kita akhiri perbincangan antara kursi dan meja ini, pada suatu saat nanti saya akan ceritakan percakapan yang terjadi antara meja dan kloset.

Kursi betapa bergunanya engkau dalam hidup ini.

Bayangkan bila dalam suatu rapat perusahaan besar tidak ada kursi. Apakah para eksekutif akan duduk di meja? Atau para bos ini akan bersila menggunakan tikar untuk rapat?

Jadi hargailah kursi karena kursi merupakan benda tidak berharga tapi berarti bagi hidup kita.

Buatlah hidup kita berharga bagi orang lain sama seperti kursi.

Hidup Kursi Hidup Kusir Hidup Kumis Hidup Hidup Udara Segar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s